RSS Feed

Tipe destilasi

Posted by Flora Sawita Labels:

Karena karakter campuran yang berbeda maka distilasi dilakukan dengan cara berbeda pula. Oleh karena itu distilasi meliputi beberapa tipe yaitu: distilasi azeotropik, distilasi kering, distilasi ekstraktif, distilasi beku (freeze distillation), distilasi fraksinasi, distilasi ua (steam distillation) dan distilasi vakum.
Berdasarkan prosesnya, distilasi juga dapat dibedakan menjadi distilasi batch (batch distillation) dan distilasi kontinyu (continuous distillation).Disebut distilasi batch jika dilakukan satu kali proses, yakni bahan dimasukkan dalam peralatan, diproses kemudian diambil hasilnya (distilat dan residu). Disebut distilasi kontinyu jika prosesnya berlangsung terusmenerus.Ada aliran bahan masuk sekaligus aliran bahan keluar.Rangkaian alat distilasi yang banyak digunakan di industri adalah jenis tray tower dan packed tower.
gb468
gb469
gb471

Perawatan peralatan distilasi

Kolom distilasi harus dirawat agar kebersihan dan penggunaannya dapat seoptimal mungkin, dilakukan sebagai berikut :
  1. Pengaruh panas kolom pada unit kolom distilasi terbatas pada kondensor dan pendidih ulang (reboiler), karena, pada umumnya, kolom tersebut diisolasi, sehingga kehilangan kalor sepanjang kolom relatif kecil
  2. Untuk umpan yang berupa zat cair pada titik gelembungnya (q = 1) yaitu cairan jenuh, kalor yang diberikan pada pendidih ulang sama dengan yang dikeluarkan pada kondensor. Untuk umpan yang berwujud selain cairan jenuh kebutuhan kukus, pemanas dihitung dengan neraca panas (neraca entalpi).
Adsorpsi atau penjerapan adalah proses pemisahan bahan dari campuran gas atau cair, bahan yang akan dipisahkan ditarik oleh permukaan zat padat yang menyerap (adsorben). Biasanya partikel-partikel kecil zat penyerap ditempatkan ke suatu hamparan tetap dan fluida kemudian dialirkan melalui hamparan tetap tersebut sampai zat padat itu mendekati jenuh dan pemisahan yang dikehendaki tidak dapat berlangsung lagi. Kebanyakan zat pengadsorpsi adalah adsorben. Bahan-bahan yang berpori, dan adsorpsi berlangsung terutama pada dinding-dinding pori.
Pemisahan terjadi karena perbedaan bibit molekul atau karena perbedaan polaritas menyebabkan sebagian molekul melekat pada permukaan itu lebih erat daripada molekul-molekul lainnya. Misalnya, limbah industri pencucian kain batik diadsorpsi zat warnanya dengan menggunakan arang tempurung kelapa yang sudah diaktifkan. Limbah elektroplating yang mengandung nikel, logam berat nikel diadsorpsi dengan zeolit yang diaktifkan.

Pengoperasian peralatan kolom adsorpsi

Kolom adsorpsi dilengkapi dengan peralatan :
  1. Bak penampung umpan sekaligus berfungsi sebagai bak penampung overflow, bak pengatur debit, bak penampung efluen, pompa air, flowmeter
  2. Sebelum alat dioperasikan terlebih dahulu kolom diisi dengan aquades sampai sedikit di atas lapisan adsorben. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari udara yang terjebak di dalam kolom yang dapat mengganggu laju aliran.
  3. Alat dioperasikan dengan mengalirkan sampel air baku secara grafitasi (downflow) secara terus menerus dari bak penampung umpan dengan menggunakan pompa menuju ke bak pengatur laju limpasan. Bak pengatur laju limpasan digunakan untuk mendapatkan tekanan dan laju limpasan yang konstan.
  4. Setelah dari bak pengatur laju limpasan aliran umpan dilewatkan flowmeter untuk mendapatkan hasil pembacaan laju limpasan secar visual.Flowmeter ini dilengkapi dengan 3 buah kran pengatur. Sesuai dengan Gambar kran a digunakan untuk mengatur besar kecilnya laju limpasan, kran b berfungsi sebagai pintu masuk aliran umpan menuju ke kolom adsorpsi. Kran b akan ditutup pada saat kalibrasi flowmeter dengan kondisi kran c terbuka. Setelah laju limpasan aliran stabil, kran c ditutup ddan kran b dibuka. Kemudian umpan akan mengalir menuju ke kolom adsorpsi.
  5. Setelah operasional alat dengan waktu dan laju limpasan tertentu dilakukan pengambilan sampel air baku pada masing-masing outlet yang selanjutnya dilaksanakan analisis
  6. Diulangi untuk kondisi operasi yang berbeda dengan variasi laju limpasan, variasi konsentrasi influen, dan variasi ukuran media.
gbpompaair

Ways to repurpose the plastic bags you have

Posted by Flora Sawita


I think that most people can agree that adding to our landfills is a negative thing, and that recycling when possible is great.  However, it seems, in the craze of the green movement we have gotten so ambitious with our recycling efforts that we have forgotten the other two R’s along the way, reduce and reuse.
In the context of single use grocery bags reducing can happen by people using reusable bags, or by people forgoing bags altogether by using tote bins or some other reusable transport device.  But when it comes to it there are a large number of plastic bags in the world that have already been made and/or distributed.  What creative uses can we find for these bags, especially in areas that do not yet have ready access to plastic film recycling programs such as Bag 2 Bag.
There are a number of web pages dedicated to the reuse of plastic bag.  You can use old plastic bags to make a wide assortment of other things.  Some people turn bags into something they call plarn (plastic yarn) and then it can be used for most anything you would use yarn for like making rope.  Or you can fuse the old bags together and make new reusable bags for yourself, a great way to get a unique bag and depending on where you live you could make the bag for free.  And here is a video on how to fuse plastic to make a reusable sandwich bag, allowing you to convert one plastic waste to avoid creating another.
I hope you can use these ideas to help you find a way to reuse the plastic bags you may already have in your life, beyond just using them as trash can liners.  And remember the three R’s; Reduce, Reuse, and Recycle in that order.

The Principles of Canning for Fishery Products: Lethality of Heat During Heating and Cooling

Posted by Flora Sawita Labels: , , , , ,

Clostridium botulinum
Although by convention the sterilising effect of a process is expressed in standard units of minutes at 121.1 ºC (the symbol used is Fo), the product inside a can does not instantaneously reach processing temperature and in some cases of conduction heating, the temperature at the thermal centre of the can never reaches that of the heating medium (which need not be at 121.1 ºC).

This paradox is resolved by making use of a relationship which shows that the rate of change in the thermal destruction of bacteria (i.e. the rate of change in their D values) is logarithmic around temperatures commonly used in heat sterilisation. This means that the lethal rate of destruction at any temperature can be related to that at a reference temperature. This relationship is graphically represented .in Figure 2  which shows a thermal death time curve passing through 1 min at 121.1 ºC. This "phantom" curve shows that relative to the lethal rate of unity at 121.1°C the lethal rates at 91.1, 101.1, 111.1, 131.1, 141.1 and 151.1 ºC are 0.001, 0.01, 0.1, 10, 100 and 1 000, respectively.

The sterilising effect of a thermal process (the process Fo value) can therefore be computed by integrating the combined lethal effect of exposure at all time/temperature combinations throughout the process. This means that a process that delivers an Fo value of 2.8 min (the so called 12D process for Clostridium botulinum) is equivalent in . sterilising effect to heating the contents of the can to 121.1 ºC instantly, holding it at that temperature for 2.8 min, and then cooling it instantly. Similarly, a process for solid style canned tuna packed in 84 x 46.5 mm cans may have a target Fo value of 10 min, which can be achieved by processing for 74 min at 116 ºC or 50 min at 121.1 ºC. With each process, however, the sterilising effect is the same as, and equivalent to, holding the can of tuna at 121.1 ºC for 10 min under conditions of instantaneous heating and cooling.

PAGE    1   -   2   -   3   -    -   5   -   6   -   7

Indonesia hopes Singapore`s investment to rise 50 percent

Posted by Flora Sawita Labels:

Jakarta - Indonesia hopes Singapore`s investment in Indonesia will rise by up to 50 percent in 2011, chief economic minister Hatta Rajasa said here on Tuesday.

"Singapore`s investment in Indonesia in 2010 was recorded at around five billion US dollars. We hope it will increase up to 50 percent," he said after meeting with Singapore`s minister of trade and industry Lim Hng Kiang.

He said investment was one of the issues discussed by the working group in the framework of economic cooperation between the two countries.

The two countries have agreed to focus their cooperation on the fields of infrastructure, connectivity, ports and manufacturing sectors.

"Singapore as an international financial hub is hoped to be able to promote investment opportunities in Indonesia to investors," he said.

The working group that has been set up by the two countries also deals with development in Batam, Bintan and Karimun, air transportation, human resources development and agribusiness.

Hatta said the development in Batam, Bintan and Karimun has shown progress while obstacles such as in licensing, customs and others had been reduced.

"We have agreed to increase the promotion of the region so that it could become an investment destination. This must become a success story," he said.

On air transportation Hatta said the Association of Southeast Asian Nations (Asean) would issue a connectivity blueprint in the framework of establishing an ASEAN economic community.

He said an agreement has also been reached with regard to improving the skills of the Indonesian human resources in Singapore.

"In the agribusiness Singapore meanwhile will keep increasing supply of vegetables from Indonesia. It is expected to grow 20 percent," he said.

Source: Antaranews.com, January 5, 2011

Indonesia Manfaatkan WEF Untuk Kembangkan Jaringan Bisnis

Posted by Flora Sawita Labels:

Davos - Indonesia memanfaatkan kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di World Economic Forum (WEF) untuk menjalin hubungan dan jaringan dengan ratusan perusahaan besar skala dunia.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di Davos, Kamis, mengatakan, Presiden maupun para menteri yang menjadi anggota delegasi dalam setiap kesempatan selalu berupaya memperkenalkan Indonesia beserta potensi ekonominya kepada para pelaku bisnis tingkat dunia.

"Dari segi investasi Davos ini adalah tempat yang luar biasa untuk melakukan networking karena di sini hadir CEO dari lebih seribu perusahaan top dunia maupun 200 pengusaha kecil," kata Mari.

Kepada pengusaha kelas dunia itu, lanjut dia, pemerintah berusaha menjelaskan pencapaian yang diraih Indonesia dalam berbagai bidang dan mengundang mereka untuk hadir pada WEF Asia Timur yang akan diselenggarakan di Indonesia pada 12-13 Juli 2011.

"Kita akan menjadi penyelenggara WEF East Asia dan tentunya mengingatkan agar mereka datang dan melihat sendiri potensi Indonesia saat menjadi tuan rumah," ujar menteri.

Di sela-sela forum WEF, Mari mengemukakan bahwa ia sempat bertemu dengan pihak Google dan Collective Brand, perusahaan ritel sepatu di Amerika Serikat, yang telah menyatakan minatnya untuk berinvestasi di Indonesia.

Para pengusaha dunia itu, lanjut dia, mengajukan pertanyaan spesifik tentang berbagai bidang dan potensi pasar yang dimiliki oleh Indonesia.

Mari mengatakan bahwa saat ini iklim investasi dari segi peraturan dan transparasi sudah membaik terbukti dari Global Competitive Index Indonesia dikeluarkan oleh WEF yang mengalami kenaikan dari peringkat 54 menjadi 44.

Satu hal yang dianggap belum membaik adalah infrastruktur namun sebenarnya dapat dilihat sebagai kesempatan bisnis untuk dimasuki oleh dunia usaha.

Pada Kamis malam di Hotel Morosani Schweizerhof digelar Indonesia Co-Co Night dengan tema "Celebrating the Spirit of Collaboration and Cooperation" yang memperkenalkan budaya dan potensi ekonomi Indonesia.

Pada acara yang digelar oleh Kementerian Perdagangan itu diperdengarkan kesenian tradisional serta tari-tarian nusantara.

Dalam sambutan singkatnya, Presiden yang didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono mengajak para undangan untuk menghadiri WEF Asia Timur di Indonesia pada 12-13 Juli 2011.

Sumber: Antaranews.com, 28 Januari 2011

Menperin Harap Pembebasan Bea Masuk Tingkatkan 3 Hal

Posted by Flora Sawita Labels:

Jakarta - Menteri Perindustrian MS Hidayat mengharapkan jika pemberlakuan pembebasan bea masuk harus bisa meningkatkan daya saing industri, produksi, dan serta meningkatkan penerimaan.

"Saya berpendapat, perindustian berpendapat, bea masuk itu mengandung beberapa unsur. Satu, dia bisa meningkatkan daya saing industri," jelas Hidayat kala ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (20/1/2011).

Hidayat memberikan contoh jika industri industri baru yang barang modal maupun barang baku dibebaskan dari bea masuk impor maka akan memberikan kesempatan tersendiri. "Misalnya kalau industrinya belum mempunyai kemampuan memproduksi barang-barang di sini, barang modal ataupun barang baku, ya kalau bisa dinolkan, supaya kita murah komponen waktu mendirikannya," tambahnya.

Lebih jauh, Hidayat menjelaskan selain mempunyai daya saing, pembebasan bea masuk harus juga mampu memproteksi produksi nasional sehingga industri yang baru tumbuh dapat terbantu.

"Kedua, selain daya saing, dia memproteksi produksi nasional, jadi kalau produksinya sudah mulai tumbuh, ya bolehlah bea masuknya naik 5-10 persen, supaya industri sejenis yang sedang tumbuh bisa dibantu,"katanya.

Terakhir adalah penerimaan negara, sehingga jika ketiga unsur tersebut dijalankan perindustrian bisa melakukan exercise. "Yang ketiga, penerimaan negara. Penerimaan negara kan kecil. Jadi tiga unsur itu penting dan nanti dari perindustrian akan ada exercise-nya," ujarnya
Sumber: Economy.okezone.com, 20 Januari 2011

Defunct biodiesel plants get new lease of life

Posted by Flora Sawita

This was reported in Singapore Business Times.

Singapore, 31 January 2011 - Defunct first-generation biodiesel plants - which became uneconomical when palm oil prices soared - are being revived as new owners upgrade them to make other products like chemicals used for oil and gas drilling. 

The ‘rejuvenation’ of Northfield-based Stepan Company is the first of these. After acquiring Peter Cremer’s 100,000 tonnes per annum methyl ester plant in July 2010, the American chemicals company is currently upgrading it and installing another fractionation column at the Singapore plant to potentially double its capacity to 200,000 tonnes per year.

The plant’s upgrading and expansion, scheduled for completion in February 2012, will enable Stepan to produce surfactants used in oilfields. Stepan’s surfactants are used in three major oilfield market segments, including drilling, production and stimulation. Methyl esters are for instance used as solvents in drilling fluids.

Another Jurong Island's first generation biodiesel plant which looks set to go the same route is the S$130 million Jurong Island plant (once touted as the world’s largest biodiesel facility) of Australian-owned Natural Fuel Pte Ltd. The plant which folded up in late-2009 is understood to have changed hands recently. But no details are available at this time.

President and chief executive officer of Stepan, F Quinn Stepan Jr said at the time of its acquisition of Peter Cremer that: ‘Methyl esters are a core building block of Stepan’s surfactant business and the acquisition of this asset on Singapore’s Jurong Island provides a great opportunity to reach our global customer base with methyl esters and value added derivatives.’

‘Our plan is to install methyl ester fractionation capability on the site in order to supply our customers and our internal surfactant needs globally with fractionated methyl esters and derivatives made from tropical oils available in the region.’

The financial terms of the acquisition of the US$20 million plant - previously a joint venture involving Germany’s Peter Kremer and Malaysia’s Kulim Berhad - were not disclosed.

Stepan just over a week ago awarded a S$14.6 million contract to Rotary Engineering to build a new four-storey 50,000 tonnes per annum (expandable to 100,000 tonnes per annum) fractionated methyl ester plant and also upgrade the existing plant. The plant is expected to tap raw materials like palm oil and coconut from this region.

The early first generation plants here like Natural Fuel and Peter Cremer, and a third plant belonging to Continental BioEnergy, essentially fell victim to soaring palm oil prices. Palm oil prices had tripled to US$1,400- plus a tonne by March 2008 from US$450 a tonne around 2005/06 when the Jurong Island plants first started.

Given also stiff competition from the many rival biodiesel plants in neighbouring palm oil producing countries, Malaysia and Indonesia, Singapore has been promoting more advanced second generation plants, with biofuels developed from non-edible or discarded plant parts.

Finland’s Neste Oil which expects to ramp up its just-started S$1.2 billion biodiesel plant at Tuas to full production by mid-year, exemplifies such second generation technology.

Its 800,000 tpa Singapore plant - the largest in the world, with an identical new twin plant in Rotterdam starting up also around mid-year - produces biodiesel from 100 per cent renewable materials like palm oil and animal fat. Its advanced second generation refineries allow Neste Oil to produce biodiesel from straight processing of the raw materials.

The Economic Development Board, in a background note to a recent tender for a consultant, said: ‘EDB believes bio-based feedstocks could add a new dimension of chemical feedstock option on Jurong Island. The fast-growing bio-based chemicals industry would also create new economic opportunities for Singapore.’

HIDROCYCLONE (3D)

Posted by Flora Sawita Labels:

Lagi ketagihan gambar 3D, biar aplikasinya mendukung pekerjaan maka yg dijadikan latihan mesin-mesin pabrik.

Saya akan share hidrocyclone yg menggunakan fortex finder yg bisa di "adjust" dan yang fix.

Hidrocyclone pada POM digunakan sebagai pemisah kernel dan shell dengan menggunakan medium air dg memanfaatkan gaya centrifugal. Sedangkan cara yang lain menggunakan Clay Bath (prinsip kerjanya memanfaatkan beda BJ antara kernel dan shell).

1. Hidrocyclone dengan ("adjusting fortex finder")




2. Hidrocyclone dengan ("Fix Fortex finder")


3. Hidrocyclone ("adjusting fortex finder") di modifikasi jadi ("Fix Fortex finder")


Alat Penukar Panas

Posted by Flora Sawita Labels:

Jenis umum dari penukar panas, biasanya digunakan dalam kondisi tekanan relatif tinggi, yang terdiri dari sebuah selongsong yang didalamnya disusun suatu anulus dengan rangkaian tertentu (untuk mendapatkan luas permukaan yang optimal). Fluida mengalir di selongsong maupun di anulus sehingga terjadi perpindahan panas antar fluida dengan dinding anulus sebagai perantara. Beberapa jenis rangkaian anulus misalnya; triangular, segiempat, dll.
gb485

Jenis Plat

Contoh lainnya adalah penukar panas jenis plat. Alat jenis ini terdiri dari beberapa plat yang disusun dengan rangkaian tertentu, dan fluida yang mengalir diantaranya.

Pengertian Perpindahan Panas

Alat penukar kalor merupakan suatu alat yang menghasilkan perpindahan panas dari suatu fluida yang temperaturnya lebih tinggi ke fluida yang temperaturnya lebih rendah. Proses perpindahan panas tersebut dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Maksudnya ialah :
a.Alat penukar kalor kontak langsung Pada alat ini fluida yang panas akan bercampur secara langsung dengan fluida dingin (tanpa adanya pemisah) dalam suatu bejana atau ruangan. Misalnya ejector, daerator dan lain-lain.
b.Alat penukar kalor kontak tak langsung Pada alat ini fluida panas tidak berhubungan langsung (indirect contact) dengan fluida dingin. Jadi proses perpindahan panasnya itu mempunyai media perantara, seperti pipa, plat, atau peralatan jenis lainnya. Misalnya kondensor, ekonomiser air preheater dan lain-lain.

Cara-cara Perpindahan Panas

Perpindahan panas dapat didefinisikan sebagai berpindahnya energi dari satu tempat ke tempatnya sebagai akibat dari perbedaan temperatur antara tempat-tempat tersebut. Pada umumnya perpindahan panas dapat berlangsung melalui 3 cara yaitu secara konduksi, konveksi, radiasi. Untuk alat penukar kalor tipe spiral ini lebih ditekankan pada perpindahan panas secara konveksi sehingga pembahasannya tidak menjelaskan tentang perpindahan panas secara konduksi dan radiasi.
Konveksi adalah proses transport energy dengan kerja gabungan dari konduksi panas, penyimpanan energy dan gerakan mencampur fluida. Perpindahan panas konveksi menurut cara menggerakkan alirannya diklasifikasikan dalam konveksi bebas dan konveksi paksa. Dikatakan sebagai konveksi bebas (free/ natural convection) apabila gerakan
mencampur diakibatkan oleh perbedaan kerapatan massa jenis yang disebabkan oleh gradien suhu, contohnya gerakan yang terlihat pada air yang sedang dipanaskan. Sedangkan apabila gerakan fluida disebabkan kerena adanya energi dari luar seperti pokpa atau kipas maka disebut sebagai konveksi paksa (forced convection), misalnya pendinginan radiator dengan udara yang dihembuskan oleh kipas.
gbtulisan
Keefektifan perpindahan panas dengan cara konveksi tergantung sebagian besarnya gerakan mencampur fluida. Sehingga studi perpindahan konveksi didasarkan pada pengetahuan tentang ciri-ciri aliran fluida.

Sarawak flaunts unique charms to draw tourists

Posted by Flora Sawita

SARAWAK is capitalising on its unique attractions to woo tourism dollars from the meetings, incentives, conventions and exhibitions sector, said Deputy Tourism Minister Datuk Dr James Dawos Mamit.

"Some of Sarawak's assets and heritage have a natural advantage over Kuala Lumpur. For example, meetings on tropical peat, tribal tattoos or even gatherings of Foochows," he told Business Times in an interview.

In 2009, Malaysia welcomed 1.18 million business travellers who spent RM9.9 billion in flight tickets, hotel rooms, taxis and train fares, and for dining and shopping. Business travellers make up 5 per cent of total tourist arrivals, but the RM10 billion they spend in Malaysia makes up 19 per cent of total tourism receipts.

When asked to comment on a Netherlands-based environment activist group claiming that the expansion of oil palm plantations on peatland in Sarawak is based on faulty science, Mamit replied, "It is these kind of misunderstandings and mistaken perception of tropical peat that fuels the need for a more effective communication platform.

"Kuching recently won the bid to host the International Peat Congress (IPC) in 2016. It will be the first time an international gathering on peat soil science will be held in Asia. Here in the tropics, peatland is used as a planting medium for agriculture. Its content and usage is very much different from that in cold countries like the Netherlands where temperate peat is harvested for horticulture and exported as peat moss," he said.

"Some European countries, like Ireland, harvest it and burn it to generate electricity," he added. "We see the IPC 2016 as a good platform to disseminate the facts and field information on the development and conservation of tropical peat."

In its website, the European environment activist grouping claimed that much of the expansion of oil palm plantations in Sarawak will be at the cost of forests and further endangerment of threatened species such as the orangutans.

To this, Mamit referred to Sarawak Forestry's recent declaration that Sebuyau and Sedilu, covering 20,000ha and 5,000ha respectively, are now officially homes for orangutans. 

Studies show there are about 2,500 orangutans in the wild in Sarawak. With the two new additions, Mamit said the six orangutan sanctuaries in Sarawak will boost eco-tourism activities.

The environment activist grouping also claimed that Malaysian Palm Oil Board (MPOB) and Sarawak's Tropical Peat Research Laboratory (TPRL) are carrying out pseudo scientific research in a desperate effort to justify the destruction of around a million hectares of peat swamp for palm oil production.

Mamit responded that the credibility of scientific researches is on the methodologies and he has utmost confidence that MPOB and TPRL's works will be able to withstand peer scrutiny.

In a separate interview, Miri Member of Parliament Datuk Seri Peter Chin concurred with Mamit that the environment activist group's claim that MPOB and TPRL's peat experiments are being paid by oil palm planters, is factually wrong.

"It's not true, it is factually wrong. The RM40 million allocated for peat research comes under the 9th Malaysia Plan (2006-2010). It is not funded by oil palm planters," he said.

When Chin was still helming the Plantation Industry and Commodities Ministry from 2004 to 2009, he was responsible for spearheading initiatives to facilitate peat soil research. He is now Energy, Green Technology and Water minister.

"How can it be said that research work being carried out by MPOB and TPRL are funded by the industry and therefore biased?" Chin questioned. "Peat soil research is of national interest and therefore, funded by the government. The experiments being carried out by MPOB and TPRL are adhering to international protocols and subjected to peer reviews," he said.

When asked why the activists are so quick and vehement in their criticism of the credible work being carried out by MPOB and TPRL scientists, Chin replied, "they may have their own agenda. Whatever these environment activists want to lobby, the truth on carbon emissions and sequestration shall prevail. "Science is a fact-finding process. Let us not succumb to or be misled by fear of the unknown," Chin added.

In a separate interview, Sarawak Convention bureau chairman Datuk Seri Dr Muhammad Leo Michael Toyad said it is important for Sarawak to expand its tourism industry further as it draws close to a million business visitors a year.

They collectively contribute around RM50 million to Sarawak's economy. Tourism is the state's third-largest employer, supporting one in every 10 jobs. "Business travellers spend three times more than an average leisure visitor," he said.

Muhammad Leo then highlighted the Anak Sarawak Award ceremony where associations and influential individuals who won bids for new national or international conventions are honoured for their commitment and dedication to bring in businesses to Sarawak. The fourth "Anak Sarawak Award 2010" themed Night of the Pharaohs - Victory Feast, was recently held at the Borneo Convention Centre in Kuching.

This year, Muhammad Leo said, there will be 42 new conventions to be held in Kuching. "We expect some 25,000 delegates to fly in and land an economic impact of about RM50 million," he said.

Trader's Highlight

Posted by Flora Sawita Labels:

DJI-NEW YORK, Jan 28 (Reuters) - Stocks suffered their biggest one-day loss in nearly six months on Friday as anti-government rioting in Egypt prompted investors to flee to less risky assets to ride out the turmoil.

Increased instability in the Middle East drove up the CBOE Volatility Index <.VIX>, the stock market's fear gauge, as investors scrambled for protective positions.

The Dow Jones industrial average <.DJI> ended down 166.13 points, or 1.39 percent, at 11,823.70. The Standard & Poor's 500 Index <.SPX> was down 23.20 points, or 1.79 percent, at 1,276.34. The Nasdaq Composite Index <.IXIC> fell 68.39 points, or 2.48 percent, at 2,686.89.

NYMEX-NEW YORK, Jan 28 (Reuters) - U.S. crude oil futures ended more than 4 percent higher on Friday, on concerns that civil unrest in Egypt could spread and threaten stability in the Middle East.

Prices rose early after government data showed the U.S. economy grew by 3.2 percent in the fourth quarter of 2010, fueled by a big gain in consumer spending, which prompted hopes for increased energy demand.

On the New York Mercantile Exchange, crude for March delivery ended up $3.70, or 4.32 percent, at $89.34 a barrel, after trading from $85.11 to $89.73. It was the biggest one-day gain since Sept. 30, 2009, when prices ended up 5.8 percent.

CBOT-CHICAGO, Jan 28 (Reuters) - Chicago Board of Trade grain and soy complex futures close on Friday.

CBOT-SOYBEANS - March down 1-1/2 cent at $13.98 per bushel. Weighed down by spillover pressure from tumbling wheat market due to concern about export sales and shipments to Egypt. Soy was underpinned by a port strike in Argentina that may eventually delay exports and shift business to the United States.

CBOT-SOYOIL - March down 0.14 cent per lb at 57.27 cents per lb. Following soybeans.

FCPO-KUALA LUMPUR, Jan 28 (Reuters) - Malaysian palm oil futures extended gains on Friday, as worries over heavy rains stalling harvesting lifted prices.

Palm oil is set to post its first monthly loss in seven months, although traders expect the market to gain in the coming days as rains continue to reduce harvesting rounds in key Malaysian oil palm growing regions.

The benchmark April crude palm oil contract on Bursa Malaysia Derivatives settled up 0.4 percent to 3,700 ringgit($1,212) per tonne.

Traded volume stood at 16,934 lots at 25 tonnes each, compared to the usual 15,000 lots as investors squared positions ahead of the Lunar New year holidays next week.

REGIONAL EQUITIES-COLOMBO, Jan 28 (Reuters) - Most Southeast Asian stock markets closed weaker on Friday, led by Indonesia and Thailand, weighed down by worries over inflation and fears of further monetary tightening by China, analysts said.

Thailand <.SETI> fell 0.5 percent on Friday, giving it a weekly loss of 2.5 percent. The stock exchange reported net selling worth $24 million on the day.

Indonesia <.JKSE>, the region's best performer last year, fell 0.8 percent, led by mining shares, with a net foreign outflow of $28.7 million. But it rose 3.2 percent on the week, the best performance in the region, after healthy gains over the previous three sessions.

Both Jakarta and Bangkok recovered some lost ground after sharp falls of as much as 1.3 percent in early trade.

Malaysia <.KLSE> lost 0.3 percent and the Philippines closed 0.5 percent weaker with less than $1 million in foreign inflows.

Bucking the trend, Singapore <.FTSTI> recovered to close 0.3 percent firmer at its highest close since Jan. 19, while Vietnam <.VNI> rose 1.6 percent to a one-week high.

Perawatan Boiler dan Pemanas Fluida Termis

Posted by Flora Sawita Labels:

Tugas dan pemeriksaan berkala pada bagian luar boiler. Seluruh pintu akses dan bidang kerja harus dirawat kedap udara dengan 362 menggunakan paking yang efektif. Sistem cerobong asap harus memiliki sambungan yang tertutup secara efektif dan bila perlu diisolasi.
Shell boiler dan bagiannya harus terisolasi dengan baik dan harus dipastikan bahwa isolasinya sudah cukup. Jika isolasi yang digunakan pada boiler, pipa dan silinder air panas dipasang beberapa tahun yang lalu, hampir dipastikan isolasinya sudah tipis walaupun tampaknya dalam kondisi baik. Perlu diingat bahwa isolasi tersebut terpasang ketika biaya bahan bakar sangat rendah. Penambahan ketebalan akan lebih baik.
Di akhir waktu pemanasan/pemakaian, selama musim panas, boiler harus di tutup sepenuhnya dan permukaan dalam ditutup sepenuhnya dengan plat dengan sisipan dessicant. (Hanya diterapkan untuk boiler yang tidak dioperasikan diantara waktu pemanasan/ pemakaian).

Meningkatkan steam dan air panas boiler

Kotoran dalam air boiler yang terkumpul dalam boiler, memiliki batasan konsentrasinya yang bergantung pada jenis dan beban boiler. Blow down boiler harus diminimalkan, tetapi ketentuan densitas air harus dijaga. Panas dari air blow down sebaiknya dimanfaatkan.
Dalam steam boiler, apakah pengolahan air cukup untuk mencegah pembentukan foaming (pembentukan busa/buih) atau priming dan konsekuensinya membawa kelebihan air dan bahan kimia kedalam sistem steam? Untuk steam boiler, apakah pengendalian otomatis permukaan air bekerja? Adanya pipa interkoneksi dapat menjadi sangat berbahaya. Apakah pengecekkan telah dilakukan secara berkala terhadap kebocoran udara di sekitar boiler, pintu atau antara boiler dan cerobong asap? Yang disebutkan pertama akan mengurangi efisiensi, yang disebutkan kemudian dapat menurunkan kualitas kekeringan steam dan mendorong terjadinya kondensasi, korosi, dan Smutting.
diperlukan perbandingan bahan bakar/udara disetel. Detektor dan alat kontrol yang ada sebaiknya diberi label dan diperiksa secara berkala. Tampilan kunci pengaman harus memiliki penyetel manual dan alarm. Harus dilakukan pengujian, atau pemasangan indikator permanen pada burner untuk memantau kondisi kondisi tekanan/suhu operasi.
Dalam boiler yang berbahan bakar minyak atau gas, kabel-kabel sistim fussible link untuk mematikan/shutdown jika ada kebakaran atau pemanasan berlebih yang melintasi jalan yang dilewati karyawan, harus ditempatkan pada posisi di atas kepala. Fasilitas emergency shutdown diletakkan pada pintu keluar ruang boiler.
gb5-10

Sistem Utilitas Udara Tekan

Posted by Flora Sawita Labels:

Plant industri menggunakan udara tekan untuk seluruh operasi produksinya, yang dihasilkan oleh unit udara tekan yang berkisar dari 5 horsepower (hp) sampai lebih 50.000 hp. DepartemenEnergi 364 Amerika Serikat (2003) melaporkan bahwa 70 sampai 90 persen udara tekan hilang dalam bentuk panas yang tidak dapat digunakan,gesekan, salah penggunaan dan kebisingan. Sehingga, kompresor dan sistim udara tekan menjadi area penting untuk meningkatkan efisiensi energi pada plant industri.
Merupakan catatan yang berharga bahwa biaya untuk menjalankan sistim udara tekan jauh lebih tinggi daripada harga kompresor itu sendiri (lihat Gambar 5-11).Penghematan energi dari perbaikan sistim dapat berkisar dari 20 sampai 50 persen atau lebih dari pemakaian listrik, menghasilkan ribuan bahkan ratusan ribu dolar. Sistim udara tekan yang dikelola dengan benar dapat menghemat energi, mengurangi perawatan, menurunkan waktu penghentian operasi, meningkatkan produksi, dan meningkatkan kualitas.
Sistim udara tekan terdiri dari bagian pemasokan, yang terdiri dari kompesor dan perlakuan udara, dan bagian permintaan, yang terdiri dari sistim distribusi & penyimpanan dan peralatan pemakai akhir. Bagian pemasokan yang dikelola dengan benar akan menghasilkan udara bersih, kering, stabil yang dikirimkan pada tekanan yang dibutuhkan dengan biaya yang efektif.
Bagian permintaan yang dikelola dengan benar akan meminimalkan udara 365 terbuang dan penggunaan udara tekan untuk penerapan yang tepat.Perbaikan dan pencapaian puncak kinerja sistim udara tekan memerlukan bagian sistim pemasokan dan permintaan dan interaksi diantara keduanya.

Komponen Utama Sistim Udara Tekan

Sistim udara tekan terdiri dari komponen utama berikut: Penyaring udara masuk, pendingin antar tahap, after-coolers,pengering udara, traps pengeluaran kadar air, penerima, jaringan pemipaan, penyaring, pengatur dan pelumasan (lihat Gambar 5-12).
  1. Filter Udara Masuk: Mencegah debu masuk kompresor; Debu menyebabkan lengketnya katup/ kran, merusak silinder dan pemakaian yang berlebihan.
  2. Pendingin antar tahap: Menurunan suhu udara sebelum masuk ke tahap berikutnya untuk mengurangi kerja kompresi dan meningkatkan efisiensi. Biasanya digunakan pendingin air.
  3. After-Coolers: Tujuannya adalah membuang kadar air dalam udara dengan penurunan suhu dalam penukar panas berpendingin air.
  4. Pengering Udara: Sisa-sisa kadar air setelah after-cooler dihilangkan dengan menggunakan pengering udara, karena udara tekan untuk keperluan instrumen dan peralatan pneumatik harus bebas dari kadar air. Kadar air dihilangkan dengan menggunakan adsorben seperti gel silika/karbon aktif, atau pengering refrigeran, atau panas dari pengering kompresor itu sendiri.
  5. Traps Pengeluaran Kadar Air: Trap pengeluaran kadar air diguakan untuk membuang kadar air dalam udara tekan. Trap tersebut menyerupai steam traps. Berbagai jenis trap yang digunakan adalah kran pengeluaran manual, klep pengeluaran otomatis atau yang berdasarkan waktu dan lainnya.
  6. Penerima: Penerima udara disediakan sebagai penyimpan dan penghalus denyut keluaran udara – mengurangi variasi tekanan dari kompresor
gb5-12

Jenis Kompresor

Posted by Flora Sawita Labels:

Pada jenis positive-displacement,sejumlah udara atau gas di- trap dalam ruang kompresi dan volumnya secara mekanik menurun, menyebabkan peningkatan tekanan tertentu kemudian dialirkan keluar. Pada kecepatan konstan, aliran udara tetap konstan dengan variasi pada tekanan pengeluaran.
Kompresor dinamik memberikan enegi kecepatan untuk aliran udara atau gas yang kontinyu menggunakan impeller yang berputar pada kecepatan yang sangat tinggi. Energi kecepatan berubah menjadi energi tekanan karena pengaruh impeller dan volute pengeluaran atau diffusers. Pada kompresor jenis dinamik sentrifugal, bentuk dari sudu-sudu impeller menentukan hubungan antara aliran udara dan tekanan (atau head) yang dibangkitkan.

Kompresor reciprocating

Di dalam industri, kompresor reciprocating paling banyak digunakan untuk mengkompresi baik udara maupun refrigerant.Prinsip kerjanya seperti pompa sepeda dengan karakteristik dimana aliran keluar tetap hampir konstan pada kisaran tekanan pengeluaran tertentu. Juga, kapasitas kompresor proporsional langsung terhadap kecepatan. Keluarannya,seperti denyutan.
Kompresor reciprocating tersedia dalam berbagai konfigurasi; terdapat empat jenis yang paling banyak digunakan yaitu horizontal, vertical, horizontal balanceopposed,dan tandem. Jenis kompresor reciprocating vertical digunakan untuk kapasitas antara 50 – 150 cfm. Kompresor horisontal balance opposed digunakan pada kapasitas antara 200 – 5000 cfm untuk desain multitahap dan sampai 10,000 cfm untuk desain satu tahap (Dewan Produktivitas Nasional,1993).
Kompresor udara reciprocating biasanya merupakan aksi tunggal dimana penekanan dilakukan hanya menggunakan satu sisi dari piston. Kompresor yang bekerja menggunakan dua sisi piston disebut sebagai aksi ganda.Sebuah kompresor dianggap sebagai kompresor satu tahap
jika keseluruhan penekanan dilakukan menggunakan satu silinder atau beberapa silinder yang parallel.
Beberapa penerapan dilakukan pada kondisi kompresi satu tahap. Rasio
kompresi yang terlalu besar (tekanan keluar absolut/tekanan masuk absolut) dapat menyebabkan suhu pengeluaran yang berlebihan ataumasalah desain lainnya. Mesin dua tahap yang digunakan untuk tekanan tinggi biasanya mempunyai suhu pengeluaran yang lebih rendah (140 to 160oC), sedangkan pada mesin satu tahap suhu lebih tinggi (205 to 240oC).
gb5-14

Kompresor Dinamis

Kompresor udara sentrifugal (lihat Gambar 5-16)merupakan kompresor dinamis, yang tergantung pada transfer energi dari impeller berputar ke udara. Rotor melakukan pekerjaan ini dengan mengubah momen dan tekanan udara. Momen ini dirubah menjadi tekanan tertentu dengan penurunan udara secara perlahan dalam difuser statis.
Kompresor udara sentrifugal adalah kompresor yang dirancang bebas minyak pelumas. Gir yang dilumasi minyak pelumas terletak terpisah dari udara dengan pemisah yang menggunakan sil pada poros dan ventilasi atmosferis. Sentrifugal merupakan kompresor yang bekerja kontinyu, dengan sedikit bagian yang bergerak; lebih sesuai digunakan pada volum yang besar dimana dibutuhkan bebas minyak pada
udaranya.
Kompresor udara sentrifugal menggunakan pendingin air dan dapat berbentuk paket; khususnya paket yang termasuk aftercooler dan semua control. Kompresor ini dikenal berbeda karakteristiknya jika dibandingkan dengan mesin reciprocating.Perubahan kecil pada rasio kompresi menghasilkan perubahan besar pada hasil kompresi dan efisiensinya. Mesin sentrifugal lebih sesuai diterapkan untuk kapasitas besar diatas 12,000 cfm.
gb5-16

Masalah Lingkungan Yang Berkaitan Dengan Penggunaan Plastik

Posted by Flora Sawita Labels:

Tidak seperti bahan-bahan alam lainnya, plastik bersifat non-biodegradable. Berdasarkan informasi, 30% volume sampah di Amerika Serikat terdiri dari plastik. Bagaimana di negara kita, Indonesia? Umumnya sampah plastik ditangani dengan cara dikubur atau dibakar dalam incinerator. Namun, kedua cara tersebut belum menyelesaikan masalah. Plastik yang dikubur tidak akan membusuk sementara lahan tempat mengubur plastik semakin sulit. Pembakaran plastik akan menyebabkan polusi. Misalnya, pembakaran PVC menghasilkan gas hidrogen klorida (HCl) atau gas klorin (Cl2). Berikut beberapa cara yang dipertimbangkan untuk menangani plastik.
a. Daur ulang
Plastik termoplas dapat dibentuk ulang melalui pemanasan. Dapat juga didepolimerisasi sehingga diperoleh kembali monomernya. Akan tetapi, sulit sekali memilah sampah plastik menurut jenisnya. Sampah plastik seringkali merupakan campuran dari berbagai jenis. Dengan demikian juga mengandung plasticiser, pigmen warna, dan campuran bahan lainnya. Akibatnya, hasil daur ulangnya paling merupakan plastik dengan mutu yang lebih rendah dan kurang nilai ekonomisnya.
Di negara maju yang penduduknya sadar lingkungan, produsen mencantumkan kode yang menyatakan jenis plastik. Lalu di tempat­tempat umum disediakan tempat sampah dengan berbagai kode, sehingga masyarakat dapat membuang sampah plastik menurut jenisnya. Dapatkah Anda mengelompokkan bahan-bahan plastik yang telah Anda pakai berdasarkan jenis plastik?
b. Membuat plastik yang biodegradable
Dengan membuat plastik yang biodegradable, maka plastik akan hancur dalam beberapa tahun.
c. Pirolisis
Apabila plastik dipanaskan hingga 7000C tanpa udara, maka molekul plastik akan terurai membentuk molekul-molekul sederhana. Campuran plastik yang biasa, seperti politena, polipropilena atau polistirena, ketika dipirolisis akan menghasilkan hidrokarbon sederhana serti etena atau propena atau benzena. Senyawa tersebut dapat dipisahkan melalui destilasi bertingkat. Hasilnya kemudian dapat digunakan untuk membuat berbagai bahan kimia termasuk plastik. Untuk sekarang ini, pirolisis dinilai tidak ekonomis, karena masih tersedia bahan baku yang lebih murah, yaitu dari minyak bumi dan gas alam.
Keuntungan yang diperoleh dari cara pirolisis, salah satunya adalah kita dapat menyortir limbah plastik menurut jenisnya.

Pembuatan Biodiesel dengan Katalis Biologis

Posted by Flora Sawita Labels:

Teknik katalisasi biologis (biocatalysis) untuk memproduksi biodiesel, oleic acid alkyl ester (dalam hal ini butil oleat), dari triolein dengan beberapa macam katalis biologis, yakni Candida Antarctica B, Rizhomucor Miehei, dan Pseudomonas Cepacia. Karena mahalnya harga katalis biologis dibandingkan katalis kimiawi, maka penggunaan katalis biologis tersebut dilakukan dengan cara immobilisasi pada katalis.
Teknik ini sekaligus memungkinkan dilakukannya proses kontinyu dalam produksi biodiesel. Temperatur optimum reaksi ini adalah 40oC. Selain itu juga dapat digunakan katalis padat (solid catalyst) dari gula dengan cara melakukan pirolisis terhadap senyawa gula (D-glucose dan sucrose) pada temperatur di atas 300oC. Proses ini menyebabkan karbonisasi tak sempurna terhadap senyawa gula dan terbentuknya lembar-lembar karbon aromatik polisiklis (polycyclic aromatic carbon sheets). Asam sulfat (sulphuric acid) kemudian digunakan untuk mensulfonasi cincin aromatik tersebut sehingga menghasilkan katalis.
Katalis padat yang dihasilkan dengan cara ini disebutkan memiliki kemampuan mengkonversi minyak tumbuhan menjadi biodiesel lebih tinggi dibandingkan katalis asam sulfat cair ataupun katalis asam padat lain yang telah ada sebelumnya.
gb486

Industri Minyak Jagung

Jagung dapat diolah menjadi berbagai macam hasil, agar dapat memberi manfaat yang lebih banyak, dengan memperhatikan selera dan permintaan konsumen.

Proses Pengolahan Jagung

Proses pengolahan terhadap jagung untuk memperoleh minyaknya terdiri dari :
  1. Bagian karbohydrat, diproses menjadi hasil hasil produksi antara lain: beras jagung, tepung jagung, semolina (bahan baku pembuatan bier) dan lain lain.
  2. Bagian Germ ( lembaga ), diproses menjadi minyak jagung, dipakai untuk minyak goreng.
Butir jagung mempunyai kadar minyak rata rata 3 %, tetapi jika diambil lembaganya saja, maka kadar minyak dalam lembaga itu rata rata antara 22 – 28%. Minyak jagung adalah ester dari glyserol dengan asam lemak, dimana semua radikal ( OH ) dari glyserol sudah di esterifikasi, karenanya disebut : Tri Glyserida Ester.
Minyak jagung merupakan minyak yang kaya akan poly unsaturated fat, yaitu lemak tak jenuh yang justru aktif menurunkan kadar cholesterol dalam darah. Cholesterol adalah sterol yang terdapat dalam fat, dan bersifat dapat membuat kerak dalam pembuluh darah, sehingga akan terjadi penyempitan dalam pembuluh darah tersebut akibatnya orang yang terkena akan menderita penyakit “ tekanan darah tinggi. Rumus molekul Cholesterol : C27 H46 O yang umumnya banyak terdapat dalam Lemak hewan.
gb488

Teknologi Proses Produksi Pupuk ZK

Posted by Flora Sawita Labels:

Potassium Sulphate (ZK) biasa digunakan sebagai pupuk pada tanaman
Potassium Sulphate (ZK) biasa digunakan sebagai pupuk pada tanaman
Potassium Sulphate (ZK) atau biasa disebut Sulphate of Potash (SOP) telah dikenal sejak abad ke-14 yang merupakan garam berwarna putih dan memiliki sifat tidak mudah terbakar serta larut di dalam air. ZK digunakan sebagai pupuk yakni sumber senyawa kalium dan sulfur pada tanaman perkebunan seperti rami, kapas, dan tembakau. Di Indonesia pupuk ini tidak disubsidi sehingga harganya relatif tinggi di pasaran. Bahan baku sulfat alami untuk pembuatan ZK yang berasal dari pertambangan antara lain adalah lanbeinite (K2SO4.2MgSO4), leonite (K2SO4.MgSO4.4H20), schoenite (K2SO4.MgSO4.6H2O), dan glaserite (K3Na(SO4)2). Pertambangan sumber batuan tersebut banyak terdapat di negara Rusia, Kanada, benua Eropa, Israel, negara-negara timur tengah, Cina, Thailand, Kongo, dan Amerika Serikat.
Pemilihan proes produksi yang digunakan di dalam suatu pabrik pupuk ZK bergantung pada ketersediaan bahan baku. Secara umum ada 7 proses produksi pembuatan pupuk ZK, yaitu:
  1. Dekomposisi KCl dengan Na2SO4
  2. Dekomposisi KCl dengan CaSO4
  3. Dekompisisi KCl dengan MgSO4
  4. Dekomposisi KCl dengan (NH4)2SO4
  5. Proses Hargreaves yaitu mereaksikan gas SO2, O2, dan H2O dengan KCl
  6. Proses Mannheim yaitu mencampur langsung KCl dengan H2SO4 dengan rasio mol tertentu
  7. Pemurnian sumber sulfat alami seperti langbeinite dan kainit

1.   Proses Produksi ZK dengan Dekomposisi KCl dengan Na2SO4

Dewasa ini, sumber yang umum digunakan berasal dari Sodium Sulphate Na2SO4 yang dapat diperoleh dari hasil samping dari beberapa proses produksi yakni:
  1. Pengolahan bijih chromium
  2. Pemurnian flue gas
  3. Pembuatan serat (viscose fibres)
  4. Produksi HCl, pigmen silica, asam lemak, dan trimethylolpropane
  5. Pengolahan limbah asam sulfat
Diagram alir proses ditampilkan pada Gambar 1.
Gambar 1. Diagram alir proses produksi ZK dengan melalui dekomposisi KCl dengan Na2SO4
Gambar 1. Diagram alir proses produksi ZK dengan melalui dekomposisi KCl dengan Na2SO4
Penjelasan proses:
Bahan baku yang digunakan adalah sodium sulphate baik dalam bentuk anhydrous (Na2SO4) maupun dalam bentuk hydrated (Na2SO4.10H2O). Selain itu digunakan juga potassium chloride (KCl) dalam bentuk larutan pada temperatur 20 – 25ºC. Umpan KCl, Na2SO4, dan recycle mother liquor yang mengandung kristalin glaserite K3Na(SO4)2 dan KCl, serta kondensat hasil kondensasi dari uap evaporator diumpankan ke reaktor. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:
4Na2SO4 + 6KCl -> 2K3Na(SO4)2 + 6NaCl
2KCl + 2K3Na(SO4)2 -> 4K2SO4 + 2NaCl
Rasio mol Na2SO4 : KCl dibuat sangat berlebih yakni antara 1 : 6 sampai 1 : 10 untuk mendapatkan konversi yang tinggi (96 – 99%), sedangkan untuk rasio mol ZK : Na2SO4 dijaga 2 : 1. Beberapa variasi rasio mol (mr) bahan baku dan produk terhadap konversi yang diperoleh di dalam reaktor ditampilkan pada Gambar 2.
Gambar 2. Pengaruh rasio mol reagent terhadap derajat konversi Na2SO4 menjadi K2SO4
Gambar 2. Pengaruh rasio mol reagent terhadap derajat konversi Na2SO4 menjadi K2SO4
Setelah bereaksi di reaktor, produk ZK dipisahkan di filter dan selanjutnya mother liquor yang terbentuk diuapkan di unit konsentrasi 2 tingkat secara bertahap dan diikuti dengan proses kristalisasi pada temperatur rendah (? 2ºC) untuk tahap 1. Setiap mother liquor yang sudah terpisah baik di tahap 1 maupun 2 akan dipisahkan di filter untuk selanjutnya di-recycle kembali ke reaktor, sedangkan uap dari unit konsentrasi akan dikondensasikan terlebih dahulu dan selanjutnya dikirim ke reaktor.
Selain produk ZK juga diperoleh by-product berupa NaCl. Adapun spesifikasi produk ZK adalah sebagai berikut:
K2SO4: 96%-w
Cl- : 0,5%-w
Na+ : 0,2%-w

2.    Proses Produksi ZK dengan bahan baku KCl dan CaSO4

Ada 3 tahapan utama dalam metode proses ini, yaitu:
  1. Pelarutan gypsum
  2. Konversi satu tahap (T = 25ºC)
  3. Siklus amoniak dalam proses
Diagram alir proses dapat dilihat pada gambar 3.
Gambar 3. Diagram alir proses produksi ZK dengan melalui dekomposisi KCl dengan CaSO4
Gambar 3. Diagram alir proses produksi ZK dengan melalui dekomposisi KCl dengan CaSO4
Reaksi yang terjadi dalam proses ini antara lain:
CaSO4.2H2O + (NH4)2CO3 -> (NH4)2SO4 + CaCO3
2KCl + (NH4)2CO3 -> K2SO4 + 2NH4Cl
Adapun reaksi samping:
CaCO3 -> CaO + CO2
2NH4Cl + CaO + H2O -> CaCl2 + 2NH4OH
2NH4OH + CO2 -> (NH4)2CO3
Karakter dasar dari proses ini ialah adanya sistem recovery multistage untuk gas amoniak dan KCl, juga produk ZK yang dihasilka akan selalu mengandung amonium sulfat yang sangat dipengaruhi oleh komposisi mother liquor.

Pengendalian Proses dan Manfaatnya

Posted by Flora Sawita Labels:

Pengendalian proses, dari susunan katanya saja kita sudah dapat menduga arti dari pengendalian proses. Secara sederhana pengendalian proses bisa kita artikan sebagai kegiatan atau langkah-langkah yang di lakukan untuk mengendalikan proses kimia di sebuah pabrik Kegiatan pengendalian proses menjadi sangat penting sekali dikarenakan definisi dari tujuan pabrik itu sendiri.

"Untuk mengubah bahan baku tertentu (umpan masuk) menjadi produk yang diinginkan menggunakan sumber energi yang tersedia dengan cara yang paling ekonomis"
Catat baik-baik "paling ekonomis", camkan itu. Jadi semua proses kimia yang terjadi di sebuah pabrik harus efektif dan efisien. 

Lalu apa saja sih manfaat dari diterapkannya pengendalian proses dalam sebuah pabrik?. Kalau untuk pertanyaan yang satu ini ane akan mencoba menjawabnya satu persatu.   

Pertama, Keamanan terjamin.Ya kemanan bisa terjamin dikarenakan adanya pengendalian proses yang baik. Gak ada lagi cerita reaktor meledak gara-gara kelebihan tekanan dan temperatur, Gak ada lagi istilah keracunan produk kalau konsentrasi komponen bahan baku dapat di monitor. Berarti kejadian beberapa pekan ini (Meledaknya Tabung Gas 3 Kilo)  gara-gara kurangnya pengendalian proses ya? Yups, itu salah satu bukti kongkretnya.

Kedua, Kebutuhan operasi terpenuhi. Jenis peralatan disuatu pabrik kimia mempunyai batasan yang berkaitan dengan operasinya. Batasan seperti itu harus di penuhi selama operasi pabrik Misalnya pompa harus menjaga suatu NPSH tertentu, tanki tidak boleh kosong atau kepenuhan. Nah sistem kendali sangat diperlukan untuk memenuhi semua kriteria proses tersebut.  

Ketiga, Spesifikasi produk terjamin. Pada umumnya sebuah produk memiliki spesifikasi nya tersendiri. Dan biasanya spesifikasi ini lah yang nantinya malah akan menetukan apakah produk kita berkualitas atau tidak. Kalau sudah berbicara tentang kualitas produk tentunya akan saling bersinggungan dengan nilai jual produk kita di pasaran. Melalui  pengendalian proses yang baik kita dapat mengontrol kualitas produk kita.

Pengilangan Minyak Bumi

Posted by Flora Sawita Labels:

Sampai saat ini minyak bumi masih menjadi pilihan utama pemenuhan kebutuhan energi indonesia. Dan mungkin juga dunia. Minyak bumi masih dianggap layak menjadi sumber energi meskipun telah banyak penemuan-penemuan lain yang berhubungan dengan sumber energi baru. Sebenarnya secara naluri  saya kurang setuju dengan pemanfaatan minyak bumi yang dilakukan secara besar-besaran. Karena bisa dipastikan akan muncul dampak-dampak negatif dari penggunaan yang terlalu besar. Bahkan sekarang pun sudah muncul wacana wacana Indonesia krisis energi. Saya lebih setuju jikal pemerintah kita mengupayakan pengadaan energi dengan sumber energi alternatif. Ya, tapi apalah arti dari seorang mahasiswa Teknik Kimia semester VIII, tetap saja itu menjadi angan-angan saya pribadi. Kapan Indonesia bisa mengembangkan sumber energi alternatif nya secara besar-besaran. 

Kembali ke judul  Lalu bagaimana kah sebenarnya proses dari pengilangan minyak itu sendiri. Nah mungkin video hasil browsing-an ini bisa sedikit menjelaskan tentang teori dasar pengilangan minyak bumi. Silahkan di tonton deh video yang berdurasi gak lama ini. Jangan nonton FTv sama sinetron terus.... hehhheheheheee
 


Semoga bermanfaat....

Reaktor Katalitik Aliran Bolak-Balik (Reverse Flow Reactor)

Posted by Flora Sawita Labels:

Tentunya mahasiswa Teknik Kimia sudah cukup sering mendengar berbagai jenis reaktor dalam mata kuliah Teknik Kimia, mulai dari jenis plug flow reactor, continuous stirred tank reactor, dan lain-lain. Penelitian akhir-akhir ini mulai menganalisis penggunaan salah satu tipe reaktor yang unik, yaitu reaktor katalitik aliran bolak-balik. Reaktor katalitik aliran bolak-balik (Reverse Flow Reactor/RFR) merupakan sebuah reaktor unggun diam (fixed bed) yang khusus. Kekhasan dari jenis reaktor ini berada pada arah alirannya saat melalui reaktor. Aliran fluida yang melalui reaktor diubah arahnya secara periodik dalam selang waktu tertentu. Waktu periodik pergantian arah aliran ini dikenal dengan nama waktu ubah / switching time (Budhi, 2005).
Reaktor katalitik aliran bolak-balik (Reverse Flow Reactor/RFR) memiliki 5 bagian utama, yaitu 2 zona komponen inert, 2 zona komponen katalis, dan 1 zona penukar panas. Pembalikan arah aliran dalam RFR bertujuan untuk menjaga keberadaan zona panas dalam reaktor. Komponen yang masuk ke dalam RFR dengan suhu yang rendah akan dipanaskan oleh unggun inert hingga mencapai temperatur aktif reaksi. Unggun inert menyimpan panas dari hasil reaksi eksoterm sebelumnya, sebelum mengalami pergantian arah aliran. Ujung bagian keluaran RFR, produk gas panas hasil reaksi eksoterm mentransferkan panasnya ke unggun inert yang temperaturnya lebih rendah. Bagian masukan dan keluaran reaktor berupa komponen unggun inert berfungsi sebagai alat penukar panas (recuperative). Sebelum zona panas hasil reaksi eksoterm terdorong keluar dari reaktor karena aliran umpan yang dingin, aliran umpan dibalik ke arah sebaliknya (Effendi dan Kristianto, 2008).
Prinsip utama dari reaktor katalitik aliran bolak-balik dapat dilihat pada gambar di bawah ini Gambar tersebut menjelaskan perbandingan sistem kerja pada reaktor biasa dengan forward flow dan reverse flow. Waktu ubah / switching time akan menentukan pergantian mode operasi dari forward flow menjadi reverse flow (Salomons dkk., 2004).

Reverse Flow Reactor
Konsep RFR (a) forward flow dan (b) reverse flow (Wibisono dan Rimbualam, 2009)
Keunggulan Reaktor Katalitik Aliran Bolak-Balik:
1. Efisiensi energi tinggi
Panas yang tersimpan dalam reaktor dapat digunakan untuk pemanasan awal umpan. Apabila kondisi ototermal dapat dicapai, maka sistem reaktor tidak lagi memerlukan preheater untuk pemanasan awal umpan sehingga prosesnya memiliki efisiensi energi yang tinggi (Wibisono dan Rimbualam, 2009).
2. Konversi dan selektivitas lebih tinggi
Penggunaan RFR akan mempengaruhi luas permukaan katalis yang digunakan. Dengan RFR, katalis dapat dioperasikan pada temperatur dan komposisi umpan sedemikian rupa sehingga diperoleh konversi dan selektivitas maksimum. Dibandingkan dengan reaktor aliran sekali lewat, RFR memberikan selektivitas dan konversi yang lebih baik (Boreskov dan Matros, 1983).
3. Dinamika katalis
RFR dapat digunakan untuk menurunkan titik panas (hot spot) pada katalis dan mendapatkan distribusi temperatur yang diinginkan sepanjang bed (Ferreira dkk., 1999). Hal ini mengakibatkan katalis relatif tidak mudah jenuh.
4. Mengurangi biaya investasi
Konstruksi yang lebih efisien dalam penggunaan energi dibandingkan sistem reaktor konvensional dapat mengurangi biaya investasi yang diperlukan (Wibisono dan Rimbualam, 2009).

Daftar Pustaka :
1. Borekov, G.K.; Matros, Yu.Sh., “Unsteady State Performance of Heterogeneous Catalytic Reactor”, Catalyst Review: Science and Engineering 25, 1983.
2. Budhi, Y.W.,”Reverse Flow Reactor Operation for Control of Catalyst Surface Coverage”, Disertasi Doktor, Technische Universiteit Eindhoven, 2005.
3. Effendi, P.G.; Kristianto, J., “Reverse Flow Reactor untuk Mengkonversikan Tar dalam Gas Produser”, Laporan Penelitian S1 Teknik Kimia, ITB, 2008.
4. Ferreira, R.Q.; Costa, C.A.; Masetti, S., “Reverse Flow Reactor for a Selective Oxidation Process”, Chemical Engineering Science 54, 1999.
5. Salomons, S.; Hayes, R. E; Poirier, M.; Sapoundjiev, H., “Modelling a Reverse Flow Reactor for the Catalytic Combustion of Fugitive Methane Emissions”, Computers and Chemical Engineering 28, 1599–1610, 2004.
6. Wibisono, F.; Rimbualam, H. G., “Dinamika Reverse Flow Reactor untuk Oksidasi Emisi Gas Metana Encer”, Laporan Penelitian S1 Teknik Kimia, ITB, 2009.

The Principles of Canning for Fishery Products: Bacterial Spores Heat Resistance

Posted by Flora Sawita Labels: , , , , ,

It is desirable that the test organism in comparative thermal death time determinations be one which grows readily on the ordinary culture medium, with the production of an abundant yield of spores in a minimum time.

It should, furthermore, be an organism which has a characteristic type of growth, or should possess some readily determinable which will serve to differentiate it from contaminants likely to be encountered.

The heat resistance of bacterial spores is specified by the time required to kill 90 per cent of the population at constant temperature; this enables a comparison of heat resistance of spores of many different bacteria. For most spores of importance in canned food spoilage their heat resistance is measured at 121.1 ºC (250 ºF), a common retorting temperature, and is expressed as the D value. A typical plot of the number of survivors against heating time is shown in Figure 1. It can be seen that the time to reduce the population from 1 000 000 to 100 000 is the same as that required to reduce it from 100 to 10. That is, the D value is constant for specific bacterial spores when they are subjected to heat at constant temperature. In Table 1 are summarised the D values of bacterial spores important in canned foods.

Destruction of all spores of Clostridium botulinum is the minimum safety requirement , when thermally processing low-acid canned foods. Canners aim to reduce the probability of one spore surviving the thermal process to such a low level that, for all practical purposes, the contents of the container pose no health risk due to survival of Clostridium botulinum (spores). Experience has shown that a process equivalent in sterilising effect to twelve decimal reductions of the population of Clostridium botulinum is sufficient to protect consumer safety. Such a process is referred to as a "12 D" process and it is equivalent to holding the contents of the container at 121.1 ºC for 2.8 min (12 D= 12 x 0.23 = 2.8 min). A process as severe as this will satisfy requirements (under conditions of good manufacturing practice); however, it will be insufficient to reduce to a commercially acceptable level, the probability of survival for the extremely heat resistant spores (with D values of 2.0 to 5.0 min) of non-pathogenic bacteria. This is why canned fish manufacturers select a thermal process which goes beyond the safety requirements of destruction of Clostridium botulinum.

Fig.1. Survivor curve for bacterial destruction at constant temperature
Although the probability of survival for spores of non-pathogenic heat resistant bacteria may be several thousand times that for Clostridium botulinum spores, their presence is of no great concern to canners for two reasons:
  1. Should they lead to spoilage, there is no associated health risk
  2. They only grow at temperatures above 40 ºC (i.e., they are thermophilic) and their optimum growth temperature is around 55 ºC, which is above that in most warehouses ) and retail outlets

Table 1. Decimal reduction times (D-values) of bacteria
important in low acid canned foods

OrganismD value (min. at 121.1 ºC)
B. stearothermophilus 4.0 - 5.0
C. thermosaccharlyticum 3.0 - 4.0
D. nigrificans * 2.0 - 3.0
C. botulinum (A & B) 0.1 - 0.23
C. sporogenes (P.A. 3679) 0.1 - 1.5
B. coagulans 0.01 - 0.07
* Formerly C. nigrificans

PAGE    1   -   2   -    -   4   -   5   -   6   -   7

Posted by Flora Sawita

Author: The Royal Gazette

Retailers' guarded welcome to plastic bag ban proposal

wv1_23718601Bermuda's retailers have reacted guardedly to proposals from Government to phase out the use of plastic bags.
The idea, raised during the Throne Speech, was expanded upon in the House of Assembly by new Deputy Premier Derrick Burgess, who called plastic bags a menace to Bermuda's environment.
Mr Burgess said plastic bags could last for hundreds of years and should be banned in favour of alternatives like biodegradable corn starch bags.
wv1_23718611Yesterday many retailers were not prepared to comment because they were waiting for clarifications on the proposal and others were surprised to hear about it.
President of Phoenix Stores George Grundmuller, who had not heard of the ban, said: "I would have to examine the proposal more closely, but I think it would impact us severely.
"We have no alternative to plastic at this point. It would be very difficult to use paper bags for our items. Most of the paper bags available are more expensive than plastic and they don't have a handle. I know that at the present price structure, the plastic bags are the most cost effective."
He said retailers in Bermuda didn't want to pass on their costs to customers, and pointed out that while many customers carry their own shopping bags, it is different for different businesses.
"We sell lots of items in small quantities, so most of our customers walk out with a small plastic bag. Also, not a lot of people will come to a drugstore with a reusable bag. I'm sure when something like this will be implemented, there will be a consultation."
Mr Grundmuller also pointed out that some US states have found potentially dangerous levels of lead in cheap reusable shopping bags.
Managing director of AS Cooper & Sons Somers Cooper said: "This is the first I've heard of it. I imagine environmentally safe bags would be somewhat more expensive, but that's just an assumption on my part. But as a responsible corporate citizen we would certainly go along with any measures government proposed to protect the environment."
At the moment, he said, all the store's bags are plastic.
President of Lindo's Giorgio Zanol said he supported the idea of a ban. "The bags we have now are biodegradable. Personally, I would be first to get rid of bags and bring my own, or have a system like they do in Europe, where they charge you for plastic bags. We in Lindo's are very concerned with the problem we have here in Bermuda with litter; we were the first with blue bags and reusable green bags.
"There might be some costs involved, there might be an impact on business, but we have to face facts."
Mr Zanol said he was unsure if the blue biodegradable bags used by Lindo's would meet the proposed new standards, but the company would happily comply if they turned out to be unsuitable.
He said: "The problem is, what do you use instead? We did away with double brown bags and tried to encourage people to use re-usable bags, but we have to give them something. We thought our biodegradable bags would do, but now we're not sure, so if the bags are banned, they'll have to give us some time to find something else. We'll have to wait and see. But I'm all for the idea."
Anthony Aguiar, President of supermarket Harrington Hundreds, called the bag ban "a great political soundbite — but it's not that simple."
Mr Aguiar said the proposed ban had come "out of left field"."Tell me the rules and I'll follow them. Define the benefits more accurately. Bags cost me six figures a year and we give them away; it's my fourth or fifth highest expense. But I think this needs to be thought through more."
He said the issue wasn't as severe in Bermuda because we incinerate instead of using landfills, and pointed out that producing the starch used for biodegradable bags had an environmental impact of its own.
"Even the cotton used for canvas bags has an impact, because cotton is a huge drain on resources such as water. How do you measure the various choices and define what's best?"
Mr Aguiar said his supermarket uses a lot of plastic bags because customers wanted them.
"If we convert by law, is it just a political decision or have there been research into the impact economically on Bermuda? What plastic bags are we talking about? Does that include medical plastic bags? I'm all for any effort that says it's protecting the environment; I don't want turtles eating plastic bags. But do you think fishermen will catch fish and put them into paper bags instead of plastic? If you force them, they will, but people aren't going to like it."
He added that phasing out bags wouldn't necessarily have a negative economic impact.
"Plastic does cost us a little bit less, but many people are re-using bags. I wish we were at a point like Europe where they charge people for bags so they learn to re-use them. What we need is for people to be more careful with their resources.
17November2010

Label

2011 News Africa AGRIBISNIS Agriculture Business Agriculture Land APINDO Argentina Australia Bangladesh benih bermutu benih kakao benih kelapa benih palsu benih sawit benih sawit unggul Berita Berita Detikcom Berita Info Jambi Berita Kompas Berita Padang Ekspres Berita Riau Pos Berita riau terkini Berita Riau Today Berita Tempo bibit sawit unggul Biodiesel biofuel biogas budidaya sawit Bursa Malaysia Cattle and Livestock China Cocoa Company Profile Corn corporation Cotton CPO Tender Summary Crude Palm Oil (CPO) and Palm Kernel Oil (PKO) Dairy Dairy Products Edible Oil Euorope European Union (EU) FDA and USDA Fertilizer Flood Food Inflation Food Security Fruit Futures Futures Cocoa and Coffee Futures Edible Oil Futures Soybeans Futures Wheat Grain HUKUM India Indonesia Info Sawit Investasi Invitation Jarak pagar Kakao Kapas Karet Kebun Sawit BUMN Kebun Sawit Swasta Kelapa sawit Kopi Law Lowongan Kerja Malaysia Meat MPOB News Nilam Oil Palm Oil Palm - Elaeis guineensis Pakistan palm oil Palm Oil News Panduan Pabrik Kelapa Sawit pembelian benih sawit Penawaran menarik PENGUPAHAN perburuhan PERDA pertanian Pesticide and Herbicide Poultry REGULASI Rice RSPO SAWIT Serba-serbi South America soybean Tebu Technical Comment (CBOT Soyoil) Technical Comment (DJI) Technical Comment (FCPO) Technical Comment (FKLI) Technical Comment (KLSE) Technical Comment (NYMEX Crude) Technical Comment (SSE) Technical Comment (USD/MYR) Teknik Kimia Thailand Trader's Event Trader's highlight Ukraine umum USA Usaha benih varietas unggul Vietnam Wheat